Analisis tingkat pemanfaatan artificial intelligence sebagai alat pendukung pengambilan keputusan dalam manajemen proyek konstruksi di Surabaya
Industri konstruksi kerap menghadapi tantangan pembengkakan biaya dan keterlambatan, sehingga memunculkan urgensi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat pendukung pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemanfaatan AI, dimensi utama penggunaannya, serta kendala adopsi pada manajemen proyek konstruksi di Surabaya. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui survei terhadap 105 praktisi konstruksi dari 22 perusahaan di Surabaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan AI secara keseluruhan masih berada pada kategori "Tidak Dimanfaatkan" dan terbukti signifikan di bawah nilai netral. Dimensi Biaya mencatat tingkat pemanfaatan tertinggi dibandingkan dimensi Waktu dan Mutu. Kendala utama pemanfaatan AI didominasi oleh Pilar Regulatif, yakni ketiadaan regulasi pelindungan dari pemerintah. Sebaliknya, resistensi personal karyawan terhadap perubahan cara kerja terbukti tidak signifikan sebagai kendala. Hal ini mengindikasikan bahwa praktisi konstruksi di Surabaya sebenarnya terbuka terhadap teknologi AI, namun adopsi terhambat oleh faktor eksternal struktural. Kesimpulannya, pemanfaatan AI dalam manajemen proyek konstruksi di Surabaya masih minim bukan karena penolakan internal, melainkan akibat belum memadainya dukungan regulasi eksternal.