Login
Login
Fasilitas ekowisata dan konservasi terumbu karang di Banyuwangi
Potensi ekosistem terumbu karang dan perkembangan wisata bahari di Banyuwangi belum didukung oleh fasilitas yang mampu mengintegrasikan kegiatan konservasi, edukasi, penelitian, dan wisata secara terpadu. Perancangan Fasilitas Ekowisata dan Konservasi Terumbu Karang di Bangsring bertujuan mewadahi kegiatan pelestarian dan penelitian terumbu karang sekaligus menghadirkan pengalaman wisata edukatif yang dapat meningkatkan kepedulian pengunjung terhadap keberlanjutan ekosistem terumbu karang. Metode perancangan meliputi studi literatur, survei lapangan, analisis tapak, dan penyusunan program ruang berdasarkan kebutuhan pengguna dan aktivitas. Pendekatan arsitektur berkelanjutan diterapkan melalui teori Ecological Design dengan empat prinsip, yaitu Solutions Grow from Place, Ecological Accounting Informs Design, Design with Nature, dan Make Nature Visible. Hasil perancangan berupa kawasan terpadu yang terdiri atas fasilitas ekowisata, fasilitas konservasi, serta fasilitas pendukung yang disusun berdasarkan tingkat aksesibilitas dan privasi. Penerapan prinsip Ecological Design diwujudkan melalui adaptasi karakter lokal Banyuwangi, respon terhadap kondisi iklim pesisir, integrasi ruang terbuka dan bangunan, bentuk arsitektur yang terinspirasi dari terumbu karang, pengalaman edukasi yang tersusun secara sekuensial, serta sistem utilitas yang mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan. Rancangan tersebut menghasilkan fasilitas yang menghubungkan kegiatan wisata, edukasi, penelitian, dan konservasi dalam satu kawasan untuk mendukung pelestarian terumbu karang dan pengembangan ekowisata di Banyuwangi.
Similar collections by subject
Close
Download QR code