Login
Login
Stasiun intermoda di Surabaya
Kota Surabaya merupakan kota terbesar ke-2 di Indonesia, kepadatan penduduk dan perkembangan kota telah menyebabkan kemacetan yang makin signifikan. Seiring dengan kebutuhan para komuter akan jalan yang lebih bebas macet, sektor transportasi menghadapi tekanan untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya meningkatkan mobilitas, tetapi juga mengurangi konsumsi energi serta emisi karbon. Sebagai respon, Pemerintah Kota Surabaya mengusulkan pembangunan Angkutan Massal Cepat (AMC) berupa jaringan tram dan monorail. Untuk mendukung inisiatif ini, pengembangan stasiun intermoda menjadi penting. Stasiun intermoda di Surabaya ini telah didesain sesuai dengan rencana dari Pemerintah Kota Surabaya. Proses desain diawali dengan pendekatan sirkulasi, memastikan setiap jalur sirkulasi didesain sesuai dengan estimasi jumlah pengguna yang difasilitasi. Fasilitas pendukung untuk aktivitas harian para komuter juga disediakan, seperti gerai makanan dan minuman, retail kebutuhan sehari-hari, dan layanan penting lainnya. Konsep ekonomi sirkular diterapkan pada desain konstruksi bangunan, dengan memprioritaskan penggunaan material reusable, seperti balok dan kolom baja, serta konstruksi lantai menggunakan cross laminated timber (CLT). Dengan mengurangi penggunaan beton, desain bangunan tidak hanya mengurangi jejak karbon, tetapi juga meningkatkan potensi daur ulang material, sehingga berkontribusi dalam menciptakan bangunan yang berkelanjutan sepanjang siklus hidupnya.
Similar collections by subject
Close
Download QR code