Efek proses paint drying terhadap sifat kekerasan aluminium alloy 6061-T6 untuk rangka sepeda
PT X merupakan industri manufaktur yang memproduksi rangka sepeda menggunakan material aluminium alloy 6061. Proses heat treatment T6 merupakan upaya untuk meningkatkan kekuatan tarik dan kekerasan material tersebut, melalui tahapan solution treatment, quenching, dan artificial aging. Paint drying merupakan proses akhir dari rangkaian heat treatment yang telah dilakukan. Proses tersebut bertujuan untuk memberi lapisan cat pada permukaan rangka sepeda dengan bantuan oven untuk proses pengeringan (reheating). Tahapan reheating tersebut menggunakan setting temperatur pada phosphating 170°C selama 45 menit, primary coat 110°C selama 20 menit, top coat 115°C selama 20 menit, decal 120°C selama 20 menit, dan clear coat 135°C selama 20 menit. Dengan batasan standar kekerasan yang telah ditetapkan PT X pada ≥17.9 HW dan nilai UTS ≥354.9 MPa. Preset optimalisasi sebelumnya telah mencapai batas standar nilai kekerasan 18.1 HW dan nilai UTS 400.55 MPa. Pada tahap paint drying, pengujian dilakukan dengan kombinasi untuk masing-masing proses dan tahapan proses paint drying. Terjadi peningkatan kekerasan pada rangkaian paint drying, kekerasan material meningkat 18.6 HW dan kekuatan tarik (UTS) 421.87 MPa. Sedangkan pada proses pengujian tiap proses paint drying, nilai kekerasan material juga mengalami peningkatan signifikan khususnya pada proses phosphating dimana nilai kekerasan meningkat dari 17.9 HW menjadi 18.4 HW.