Sekolah dasar di Malang
Perancangan Sekolah Dasar di Malang ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan akan lingkungan belajar yang mampu memfasilitasi perkembangan kognitif dan emosional siswa usia sekolah dasar. Lingkungan fisik sekolah memiliki peran penting dalam membentuk perilaku, konsentrasi, serta pengalaman belajar. Oleh karena itu, mengingat para siswa cenderung kesulitan untuk mempertahankan fokus saat ini, desain arsitektur perlu merespon tantangan ini dan kebutuhan perkembangan anak lainnya. Ruang lingkup perancangan mencakup penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang mendukung pembelajaran aktif, regulasi emosi, interaksi sosial, serta fleksibilitas aktivitas belajar. Metode perancangan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, studi preseden, analisis standar teknis, pengumpulan data sekunder, serta penerapan konsep neuro-architecture berdasarkan teori arsitektur perilaku sebagai landasan dalam merumuskan strategi desain. Hasil desain menunjukkan bahwa penciptaan lingkungan belajar yang mendukung konsentrasi tidak hanya ditentukan oleh penyediaan ruang, tetapi juga oleh perhatian terhadap detail-detail desain, seperti organisasi ruang, wayfinding, kualitas pencahayaan alami, kenyamanan akustik, koneksi dengan alam, fleksibilitas ruang belajar, serta penyediaan area transisi dan regulasi emosi. Melalui penerapan strategi tersebut, dihasilkan rancangan sekolah yang memfasilitasi perkembangan kognitif dan emosional siswa melalui lingkungan belajar yang aktif, aman, adaptif, sehingga mampu meningkatkan kualitas pengalaman belajar serta mendukung proses pendidikan secara holistik.