Fasilitas seni pemulihan stres di Jakarta
Peningkatan tingkat stres pada masyarakat perkotaan akibat lingkungan yang padat, cepat, dan penuh stimulasi memunculkan kebutuhan akan fasilitas yang mampu mendukung pemulihan kesehatan mental secara preventif. Keterbatasan ruang yang mendukung relaksasi, ekspresi diri, dan interaksi dengan alam menjadi dasar perancangan Fasilitas Kesenian Pemulihan Stres di Jakarta sebagai wadah pemulihan melalui pendekatan non-medis. Perancangan menggunakan metode desain arsitektur berbasis Therapeutic Healing Environment yang dipadukan dengan Attention Restoration Theory (ART) sebagai landasan dalam membentuk pengalaman ruang yang mendukung proses pemulihan psikologis secara bertahap. Konsep Fragments of Healing diterapkan melalui urutan pengalaman spasial yang terdiri atas tahap emotion, create, reflect, connect, dan healing, serta diwujudkan melalui integrasi aktivitas seni, elemen alam, strategi desain pasif, dan kualitas ruang yang menenangkan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan pencahayaan alami, ventilasi silang, material alami, ruang transisi, vegetasi, elemen air, serta instalasi seni sebagai therapeutic landmark mampu membentuk lingkungan yang mendukung ekspresi emosional, refleksi diri, interaksi sosial, dan pemulihan stres. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi alternatif fasilitas publik yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan mental masyarakat perkotaan melalui pengalaman arsitektur yang restoratif.