Login
Login
Kontribusi smart tourism destination terhadap regenerative tourism participation: pendekatan mediasi empowering community dan competitive productivity dimoderasi nilai budaya Sasi di Maluku
Pariwisata regeneratif merupakan pendekatan transformatif yang melampaui prinsip keberlanjutan dengan tujuan untuk memulihkan dan meningkatkan kesejahteraan destinasi dan ekosistem. Kebaruan penelitian ini adalah membahas mediasi Empowering Community (EC) dan Competitive Productivity (CP), dimoderasi Nilai Budaya Sasi (NBS) atas kontribusi Smart Tourism Destination (STD) terhadap penciptaan Regenerative Tourism Participation (RTP). Penelitian ini juga berkontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Rumusan masalah, antara lain: pemahaman terkait penerapan STD yang dapat mendorong RTP, pemahaman terkait mediasi EC dan CP terhadap RTP, peran sasi sebagai suatu sistem nilai budaya untuk meningkatkan RTP, serta partisipasi pelaku usaha wisata dalam pengembangan regenerative tourism. Penelitian ini menggunakan metode survey cross section dengan kuesioner baik yang dibagikan secara langsung maupun melalui google form. Responden berjumlah 418 pelaku usaha wisata pada sebelas kabupaten kota di Maluku. Validasi instrumen penelitian menggunakan metode Corrected Item to Total Correlation, analisis EFA serta DIF uniform dan DIF Non uniform menyatakan 47 dari 48 poin pernyataan dapat digunakan untuk penelitian dan analisis selanjutnya. Selanjutnya data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian bahwa CP tidak mempengaruhi RTP menunjukkan efisiensi dan daya saing saja tidak cukup untuk menghasilkan praktik regeneratif. Bahkan temuan CP tidak memediasi pengaruh STD terhadap RTP menunjukkan pelaku usaha di Maluku lebih mengutamakan daya saing daripada aspek ekologi dan sosial. Selanjutnya semua hipotesis moderasi NBS ditolak. Temuan menunjukkan NBS tetap menjadi norma budaya di Maluku, tetapi belum sepenuhnya terinternalisasi dalam praktik bisnis modern. NBS dilaksanakan dalam suatu sistem tradisional berbasis nilai-nilai budaya, berbeda hal dengan STD yang berkaitan dengan integrasi teknologi dan manajemen berbasis data. Sementara itu Kegiatan empowering lebih ditujukan untuk pencapaian kinerja dan mendukung operasional usaha wisata, bukan berbasis pada nilai-nilai adat dan ekologi.
Program Studi Doktor Ilmu Manajemen
Universitas Kristen Petra
2026
Indonesian
S3
Disertasi
Disertasi No. 01000002/DM/2026; Olyvia Ririmasse (D31230004)
Similar collections by subject
Close
Download QR code