Peningkatan performa beton Very High Volume Fly Ash (VHVFA) diaktivasi menggunakan larutan alkali molaritas rendah dan thermal
Pemanfaatan fly ash sebagai limbah pembakaran batu bara saat ini hanya sebatas sebagai bahan tambahan pengganti semen (supplementary cementitious material) atau SCM. Fly ash berinteraksi dengan baik dengan semen, menghasilkan kelecakan yang baik, ultimate strength yang tinggi dan durabilitas yang baik pula. Pemakaian fly ash dalam persentase yang tinggi belum digunakan secara ekstensif. Hal ini disebabkan oleh salah satu kelemahan yang signifikan dari fly ash adalah lambatnya pembentukan kuat tekan terutama kuat tekan awal dalam beton. Berbagai cara dan metode telah diteliti untuk mendapatkan kuat tekan dan kuat tekan awal yang tinggi dari beton yang menggunakan fly ash dalam persentase yang sangat tinggi. Penelitian ini meneliti penggunaan fly ash dalam kadar yang sangat tinggi (80%), yang dikenal sebagai very-high-volume fly ash (VHVFA) dalam beton dengan menggunakan larutan alkali dengan molaritas rendah (sampai dengan 1 M) dan aktivasi thermal (60° C dan 80° C) secara terkombinasi. Aktivasi fly ash yang digunakan memakai larutan alkali, yaitu larutan natrium hidroksida (NaOH), dan aktivasi thermal berupa menaikkan suhu dan durasi aktivasi. Durasi aktivasi fly ash kelas F selama 2 jam menggunakan 0.3 M larutan NaOH pada suhu 60°C, meningkatkan kuat tekan awal (usia 3 hari) sebesar 315% dan meningkatkan kuat tekan sebesar 30% pada saat usia 90 hari. Sedangkan penggunaan fly ash Kelas C, durasi aktivasi selama 30 menit pada suhu ruang dan menggunakan larutan NaOH 1 M sebagai aktivator mampu meningkatkan kuat tekan awal sebesar 246% pada beton VHVFA pada usia 7 hari, dan sebesar 20% pada usia 90 hari. Dalam studi ini ditunjukkan bahwa kombinasi aktivasi menggunakan larutan alkali bermolaritas rendah dan thermal efektif dalam meningkatkan kuat tekan beton Very High Volume Fly Ash (VHVFA), baik yang menggunakan fly ash Kelas F maupun Kelas C. Pada beton VHVFA dengan fly ash Kelas F, kuat tekan yang dicapai sebesar 26.58 MPa pada umur 28 hari dan meningkat menjadi 34.27 MPa pada umur 90 hari. Sementara itu, beton VHVFA yang menggunakan fly ash Kelas C menunjukkan performa yang lebih tinggi, yaitu mencapai 38.42 MPa pada umur 28 hari dan meningkat menjadi 44.31 MPa pada umur 90 hari. Menariknya, nilai kuat tekan tersebut tidak hanya menunjukkan peningkatan signifikan akibat proses aktivasi, tetapi juga melampaui kuat tekan beton dengan kandungan 50% fly ash yang tidak mengalami proses aktivasi. Hasil ini menegaskan bahwa penggunaan larutan alkali bermolaritas rendah yang dikombinasikan dengan aktivasi thermal merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan performa mekanik beton VHVFA.