Upaya pengurangan non value added activity pada proses bisnis departemen procurement: studi kasus PT X
PT X merupakan perusahaan manufaktur sepeda dengan Departemen Procurement yang cukup kompleks yang memiliki jumlah vendor dan pengadaan impor yang tinggi. Permasalahan yang dialami adalah belum adanya evaluasi aktivitas pada proses pengadaan barang, sehingga perusahaan tidak memiliki gambaran jelas mengenai sumber inefisiensi yang berkontribusi terhadap tingginya beban administrasi dan rata-rata lembur staf Support Administrative Team (SAT) sebesar 19,7 jam per bulan per orang. Penelitian ini menggunakan metode activity value mapping yang mengelompokkan tiap aktivitas ke dalam kategori Value Added (VA), Necessary Non-Value Added (NNVA), dan Non-Value Added (NVA), serta analisis kesenjangan untuk merancang usulan perbaikan. Usulan perbaikan diprioritaskan pada aktivitas NVA dengan inefisiensi utama muncul pada proses validasi dokumen yang masih manual. Usulan tersebut berupa Vendor Document Self-Check Guide, proposal pengembangan Document Checking Automation System, Purchasing Monitoring Dashboard, dan proposal pengembangan Portal Administratif pada SRM. Ke empat rancangan usulan tersebut diperkirakan dapat menurunkan aktivitas NVA menjadi 8,57% dan diharapkan dapat mengurangi waktu pemeriksaan dokumen.