Login
Login
Analisis visual karakter sebagai media pendidikan dan pembangun karakter generasi Z: studi kasus Howl's Moving Castle produksi Studio Ghibli
Howl’s Moving Castle merupakan salah satu animasi populer produksi Studio Ghibli dan sebuah objek nostalgia bagi penonton generasi Z. Generasi Z memiliki kecenderungan suka menonton berulang kali animasi tersebut sebagai upaya untuk melarikan diri atau healing dari masalah kehidupan. Upaya healing ini belum tentu memberikan dampak positif bagi gen Z di tengah Quarter Life Crisis karena sebagai penonton mereka belum tentu menyadari dan memahami makna yang ingin disampaikan oleh kreator. Penonton bisa jadi tidak memperhatikan adanya metamorfosis visual karakter yang terjadi sepanjang animasi. Dalam animasi, terdapat empat karakter yang mengalami perubahan visual dan perkembangan karakter yang signifikan. Adapun makna yang terkandung berkorelasi dengan karakter generasi Z. Penelitian visual keempat karakter, Sophie, Howl, The Witch of the Waste, dan Calcifer, diperoleh melalui observasi secara langsung serta menggunakan semiotika visual Roland Barthes sebagai teknik analisis data. Dengan begitu, visual keempat karakter merupakan tanda yang berhubungan dengan kondisi karakter gen Z di masa Quarter Life Crisis. Sedangkan metamorfosis visual menjadi tanda perjuangan jatuh-bangun generasi Z untuk membangun karakter yang tangguh dan matang. Animasi Howl’s Moving Castle bukan sebatas film kartun hiburan saja melainkan dapat berperan sebagai media visual yang mendidik generasi Z.
Program Studi Desain Komunikasi Visual
Universitas Kristen Petra
2025
Indonesian
S1
Skripsi No. 00024250/DKV/2025; Amadea Levina (E12210077)
Similar collections by subject
Close
Download QR code