Galeri edukasi partisipatif upcycling fashion di Surabaya
Peningkatan konsumsi fast fashion berkontribusi terhadap bertambahnya limbah tekstil serta rendahnya keterlibatan masyarakat dalam praktik pemanfaatan kembali material tekstil. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya fasilitas publik yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat. Perancangan ini bertujuan menghasilkan Galeri Edukasi Partisipatif Upcycling Fashion di Surabaya yang mengintegrasikan fungsi galeri edukasi, workshop, creative makerspace, ruang komunitas, dan area komersial. Pendekatan Natrasi Spasial diterapkan untuk membangun pengalaman ruang secara bertahap melalui enam tahapan, yaitu Entrance, Fast Fashion, Overconsumption, Textile Waste, Awareness, dan Upcycling & Making, sedangkan prinsip Museum Partisipatif digunakan untuk meningkatkan tingkat partisipasi pengunjung dari pengamat pasif menjadi pelaku aktif. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penyusunan massa, sirkulasi, karakter ruang, serta integrasi fungsi bangunan mampu membentuk perjalanan ruang yang mendukung proses edukasi, refleksi, kolaborasi, hingga praktik upcycling secara langsung. Dengan demikian, bangunan tidak hanya berfungsi sebagai galeri, tetapi juga sebagai wadah pembelajaran, kreativitas, dan kolaborasi yang mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju praktik fashion yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.