Pengaruh green banking practices terhadap customer satisfaction nasabah perbankan di Indonesia
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh transformasi ganda dalam industri perbankan, yaitu dorongan menuju keberlanjutan (sustainability) dan percepatan digitalisasi. Meskipun praktik Green Banking menawarkan efisiensi dan dampak lingkungan positif, digitalisasi yang menyertainya memunculkan kekhawatiran baru terkait keamanan data nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh praktik Green Banking, yang terdiri dari dimensi Digital Banking, Green Loan, dan Green Services terhadap Customer Satisfaction nasabah perbankan di Indonesia, dengan menempatkan Privacy sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan landasan Privacy Calculus Theory, Stakeholder Theory, dan Expectancy Disconfirmation Theory. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori. Data dikumpulkan melalui survei daring menggunakan teknik purposive sampling terhadap nasabah aktif Bank kategori KBMI IV (BCA, BRI, Mandiri, dan BNI). Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan temuan penting mengenai perilaku nasabah modern. Pertama, Privacy terbukti menjadi determinan paling dominan yang memengaruhi Customer Satisfaction. Kedua, Digital Banking dan Green Services berpengaruh positif signifikan terhadap Privacy, namun tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap Customer Satisfaction. Hal ini mengonfirmasi terjadinya mediasi penuh (full mediation), di mana layanan digital dan paperless hanya mampu memuaskan nasabah apabila layanan tersebut berhasil memberikan rasa aman atas data pribadi. Temuan ini mengindikasikan bahwa fitur teknologi kini telah bergeser menjadi kebutuhan dasar yang wajib ada namun tidak lagi memberikan nilai tambah kepuasan tanpa jaminan keamanan. Ketiga, berbeda dengan dimensi lainnya, Green Loan ditemukan berpengaruh positif signifikan terhadap Customer Satisfaction, namun tidak berpengaruh terhadap Privacy. Hal ini menunjukkan bahwa nasabah mulai mengapresiasi nilai etis produk Green Loan, meskipun produk tersebut belum dianggap relevan dengan isu keamanan data pribadi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kunci untuk mencapai kepuasan nasabah dalam ekosistem perbankan hijau adalah dengan mengutamakan keamanan data, bukan hanya kecanggihan fitur. Implikasi manajerial menyarankan bank untuk mengubah narasi kampanye layanan paperless dan digital dari isu lingkungan menjadi isu keamanan data, serta mempersonalisasi metrik dampak Green Loan agar lebih relevan bagi nasabah ritel.