Penelitian ini mengkaji bagaimana peran CSO dan dulitas CEO memengaruhi kinerja keberlanjutan pada perusahaan otomotif di Asia. Keberlanjutan dipandang sebagai keunggulan strategis, terutama pada industri otomotif yang berkontribusi besar terhadap perekonomian sekaligus menghasilkan emisi tinggi. Metode fixed effects digunakan dalam penelitian ini untuk menguji 570 observasi dari 148 perusahaan otomotif di Asia dalam rentang waktu 2017-2024, kecuali tahun 2019-2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan CSO berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keberlanjutan. CEO duality juga memberikan pengaruh positif secara parsial, namun ketika berperan sebagai variabel moderasi, CEO duality melemahkan pengaruh positif CSO terhadap kinerja keberlanjutan, menandakan bahwa struktur kepemimpinan memengaruhi efektivitas peran keberlanjutan. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan tata kelola serta penetapan mandat yang lebih jelas bagi fungsi keberlanjutan dalam organisasi. Penelitian ini memberikan bukti sektoral dari industri otomotif Asia dan menunjukkan bagaimana dinamika tata kelola, khususnya CEO duality, berinteraksi dengan peran CSO dalam meningkatkan kinerja keberlanjutan.