Penelitian ini menganalisis 808 perusahaan di ASEAN periode 2020–2024 menggunakan Fixed Effect Model (FEM) dengan uji robustitas. Hasil menunjukkan bahwa audit tenure berpengaruh negatif signifikan terhadap Audit Report Lag (ARL), mengindikasikan adanya learning effect yang meningkatkan efisiensi audit. Sebaliknya, ukuran KAP dan gender audit tidak berpengaruh terhadap ARL karena kompleksitas perusahaan klien lebih dominan. Auditor industry specialization tidak berpengaruh langsung, namun bersifat komplementer atau moderasi, di mana kombinasi audit tenure dan spesialisasi industri memperpendek ARL, sedangkan kombinasi KAP size dan spesialisasi justru memperpanjang ARL. Temuan ini memberikan implikasi bagi regulator terkait kebijakan tenure dan rotasi audit, serta bagi perusahaan dalam mempertimbangkan penggunaan KAP non-Big Four yang lebih efisien secara biaya.