Persaingan dalam industri manufaktur semakin ketat seiring meningkatnya tuntutan pelanggan terhadap kualitas produk, ketepatan waktu pengiriman, dan efisiensi biaya produksi. Sebagai upaya menghadapi persaingan tersebut, PT. XYZ melakukan evaluasi terhadap proses produksinya untuk meningkatkan efisiensi operasional, khususnya pada produk Bagging Machine. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai pemborosan (waste) pada lantai produksi yang menyebabkan lead time produksi menjadi panjang dan sering terjadi keterlambatan penyelesaian pesanan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi pemborosan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi waste dominan, menganalisis akar penyebabnya, serta merumuskan usulan perbaikan melalui penerapan Lean Manufacturing. Metode yang digunakan meliputi Current Value Stream Mapping (CVSM), Value Stream Analysis Tools (VALSAT), Fishbone Diagram, dan analisis 5 Whys. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waste waiting merupakan pemborosan paling dominan pada kondisi awal dengan persentase delay sebesar 33,97% dari total waktu proses produksi. Implementasi usulan perbaikan berupa pembuatan Bill of Material (BOM) terstandardisasi, perencanaan pengadaan material, serta penyediaan stok material hasil penekukan yang bergantung pada pihak ketiga dianalisis melalui Future Value Stream Mapping (FVSM). Hasil analisis menunjukkan bahwa persentase delay berhasil diturunkan menjadi 0,79% dan total lead time produksi menurun sebesar 27,69%. Dengan demikian, penerapan Lean Manufacturing terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi proses produksi di PT. XYZ.