Login
Login
Rumah susun sewa masyarakat berpenghasilan rendah di Surabaya
Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 3,02 juta jiwa pada tahun 2024. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya sebagai salah satu tujuan utama urbanisasi di Indonesia, terutama karena perannya sebagai pusat perdagangan, industri, dan jasa terbesar di kawasan timur Indonesia. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat akan menciptakan prioritas utama terhadap kebutuhan hunian, terutama di kawasan padat penduduk. Di Surabaya, sudah terlalu banyak rumah tangga tercatat tidak memiliki tempat tinggal sendiri dan masih menumpang atau tinggal di hunian non-permanen akibat keterbatasan akses terhadap perumahan yang layak dan terjangkau. Salah satu kawasan kumuh di Surabaya yang masih perlu perhatian tinggi adalah kawasan area Pacar Keling, Pasar Pacar Keling, Tambang Boyo dan sekitarnya. Yang mana pada akhir ini banyak rumah disekitar area tersebut dibongkar dan warganya digusur karena pemerintah akan melakukan pelebaran jalan Tambang Boyo dan pada akhirnya, warga yang tergusurkan membutuhkan tempat tinggal. Dalam konteks ini, konsep penyediaan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) menjadi relevan sebagai solusi untuk menangani tidak hanya masalah kawasan ini namun juga tekanan urbanisasi dan keterbatasan lahan di kota Surabaya. Di rusunawa yang akan tersedia, penghuni diharapkan dapat merasakan dan menikmati fasilitas yang telah disediakan seperti area usaha, ruang komunal untuk sosialisasi, hunian berkonsep mikro apartment, termasuk konsep fleksibilitas, modularitas dan lain sebagainya yang mana juga akan menjadi proses peremajaan daerah Pacar Keling-Pacar Kembang.
Similar collections by subject
Apartemen di Surabaya
Not available
Close
Download QR code