Optimasi mikroklimat terhadap keseragaman berat badan ayam petelur pullet dalam kandang closed house menggunakan DOE dan regresi linear
Sistem kandang ayam closed house dirancang untuk menjaga kondisi mikroklimat yang stabil, konsisten, dan terkendali untuk mendukung pertumbuhan ayam petelur secara optimal. Namun dalam kondisi dilapangan (kandang), perbedaan distribusi mikroklimat yang meliputi suhu, kelembapan, dan aliran udara akibat pembagian zona yang terletak di dalam kandang sering menyebabkan ketidakseragaman berat badan ayam petelur, khususnya pada fase pullet. Pembagian zona dalam sistem kandang closed house disebabkan oleh letak alat dan teknologi dalam kandang closed house, seperti heater, cooling pad, inlet, outlet, dan exhaust fan yang berbeda-beda tiap zona kandang. Ketidakseragaman ini berpotensi menurunkan performa produksi dan berat badan ayam saat memasuki fase produksi telur (layer). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengaturan mikroklimat dan pembagian zona kandang terhadap berat badan dan keseragaman berat badan ayam petelur pada fase pullet (dari umur 1 hari hingga 14 minggu) dalam sistem kandang closed house, serta menentukan kombinasi pengaturan mikroklimat yang paling optimal. Metode yang digunakan adalah Design of Experiments (DOE) dengan rancangan Full Factorial Design yang melibatkan tiga faktor, yaitu kombinasi pengaturan mikroklimat (Big Dutchman, Poultry Book, dan Jaya Baru), umur ayam (minggu ke-1 hingga minggu ke-14), dan zona kandang (zona 1, zona 2, dan zona 3). Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) untuk mengidentifikasi pengaruh utama dan interaksi antar faktor, serta Regresi Linear untuk memodelkan hubungan antara parameter mikroklimat dengan respon pertumbuhan berat badan ayam petelur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor mikroklimat, umur ayam, dan zona kandang berpengaruh signifikan terhadap berat badan dan keseragaman berat badan ayam petelur. Kombinasi pengaturan mikroklimat Jaya Baru secara konsisten menghasilkan berat badan yang lebih tinggi dan nilai keseragaman berat badan ayam (Coefficient of Variation) yang lebih rendah dibandingkan pengaturan mikroklimat lainnya (BD dan PB). Zona 1 menunjukkan kondisi pertumbuhan dan keseragaman terbaik, sedangkan zona 2 cenderung memiliki performa terendah. Model regresi menunjukkan bahwa parameter suhu, kelembapan, dan aliran udara aktual di dalam kandang memiliki pengaruh yang berbeda pada setiap zona. Penelitian ini memberikan rekomendasi pengaturan mikroklimat berbasis zona untuk meningkatkan keseragaman berat badan ayam petelur dalam sistem kandang closed house.