Fasilitas penangkaran dan perawatan anjing di Bali
Peningkatan populasi anjing di Bali yang tidak diimbangi dengan pengelolaan dan fasilitas yang memadai menimbulkan berbagai permasalahan, seperti rendahnya tingkat adopsi, keterbatasan kapasitas shelter, serta resiko penyebaran rabies akibat masih banyaknya anjing yang belum tervaksin dan dipelihara secara lepas. Kondisi ini menunjukkan perlunya fasilitas yang mampu mewadahi penampungan, perawatan, dan pengelolaan anjing secara lebih optimal. Perancangan ini menggunakan metode pendekatan arsitektur melalui analisis fenomena, kebutuhan ruang, tapak, serta utilitas untuk menghasilkan rancangan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil perancangan berupa Fasilitas Penangkaran dan Perawatan Anjing di Kabupaten Gianyar, Bali yang mengintegrasikan fungsi penangkaran dan penampungan anjing, klinik hewan, serta retail sebagai sarana pendukung. Perancangan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas perawatan dan kesejahteraan anjing sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pemeliharaan hewan yang bertanggung jawab.