Fasilitas retret seniman di Pandaan
Fasilitas Retret Seniman di Pandaan merupakan proyek perancangan arsitektur yang dilatarbelakangi oleh meningkatnya perkembangan ekosistem seni di Indonesia, namun belum diimbangi dengan ketersediaan ruang yang mendukung proses kreatif seniman secara utuh. Sebagian besar fasilitas seni masih berorientasi pada hasil karya melalui galeri atau ruang pamer, sedangkan kebutuhan akan ruang refleksi, eksplorasi, kolaborasi, dan pemulihan dalam proses berkarya masih terbatas. Perancangan ini bertujuan menghadirkan sebuah fasilitas retret yang mendukung perjalanan kreatif seniman melalui pendekatan spasial yang meditatif dan atmosferik. Metode perancangan yang digunakan berlandaskan pada konsep perancangan Meditative Process Art Method (MPAM) yang dipadukan dengan teori atmosfer arsitektur Peter Zumthor sebagai dasar dalam membentuk pengalaman ruang. Sementara itu, studi literatur, studi preseden, observasi tapak, dan analisis konteks digunakan sebagai data pendukung untuk memperkuat proses analisis dan pengambilan keputusan desain. Konsep perancangan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam rangkaian ruang yang membentuk pengalaman atmosferik serta mendukung proses refleksi, eksplorasi, kolaborasi, dan interaksi antara seniman, komunitas, dan masyarakat. Hasil perancangan berupa fasilitas retret yang terdiri atas area refleksi, kampung seniman, ruang produksi, studio terbuka, ruang pamer, dan ruang komunal yang saling terhubung dalam satu siklus proses berkarya. Melalui pendekatan ini, arsitektur tidak hanya menjadi wadah aktivitas seni, tetapi juga berperan sebagai medium yang memfasilitasi pertumbuhan kreatif, kesejahteraan psikologis, serta pertukaran pengetahuan antara seniman dan publik.