Fasilitas rumah duka dan kremasi air di Surabaya
Fasilitas Rumah Duka dan Kremasi Air di Surabaya dirancang sebagai fasilitas pelayanan kematian yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional, tetapi juga memfasilitasi proses refleksi, penghormatan terakhir, dan penerimaan kehilangan melalui pengalaman arsitektur yang transenden. Perancangan ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan lahan pemakaman di Surabaya, dampak lingkungan dari kremasi konvensional, serta minimnya perhatian terhadap pengalaman ruang yang mendukung proses berduka. Oleh karena itu, proyek ini menghadirkan fasilitas terpadu yang menggabungkan rumah duka, ruang pemulasaraan jenazah, kremasi air (alkaline hydrolysis), dan kolumbarium dalam satu kesatuan pelayanan. Perancangan menerapkan pendekatan spasial dengan teori Transcending Architecture yang dipadukan dengan teori Five Stages of Grief untuk membentuk perjalanan emosional pengguna dari penolakan hingga penerimaan. Konsep tersebut diwujudkan melalui pengolahan hirarki ruang, pencahayaan alami, material, serta keterhubungan dengan lanskap yang menciptakan suasana kontemplatif dan transenden. Rangkaian ruang dirancang sebagai perjalanan emosional yang membantu pengguna bertransisi dari duka menuju penerimaan. Di sisi lain, penerapan teknologi alkaline hydrolysis menjadi solusi ekologis karena tidak menghasilkan emisi pembakaran seperti kremasi konvensional. Melalui perpaduan pendekatan transenden dan ekologis, perancangan ini menawarkan alternatif fasilitas pelayanan kematian yang lebih berkelanjutan, humanis, serta mampu menghadirkan ruang yang menghormati, memulihkan, dan memberi makna bagi proses perpisahan.