Login
Login
Fasilitas terapi kreasi film untuk remaja di Kota Ambon
Kota Ambon menghadapi tingginya kasus kenakalan remaja, seperti tawuran, vandalisme, pencurian, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, pergaulan bebas, cyberbullying, serta balap liar. Fenomena tersebut dipengaruhi oleh faktor umum yang meliputi kondisi individu, keluarga, dan lingkungan pertemanan, serta faktor khusus berupa dampak trauma transgenerasi pasca-konflik. Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, perancangan Fasilitas Terapi Kreasi Film dihadirkan sebagai wadah pengembangan diri yang mengintegrasikan proses kreatif dan pendampingan psikologis untuk mendukung pemulihan serta reintegrasi sosial remaja. Perancangan ini mengusung konsep Collective Healing through Behavioral Spaces dengan mengadopsi filosofi rumah adat Baileo sebagai representasi nilai kebersamaan, keterbukaan, dan proses pemulihan secara kolektif. Pendekatan arsitektur perilaku diterapkan untuk menciptakan lingkungan yang mampu mengakomodasi dua karakter remaja yang kontras, yaitu remaja dengan perilaku aggressive-impulsive yang membutuhkan ruang aktivitas fisik disertai pengawasan pasif, serta remaja dengan karakter anxiety-depressed yang memerlukan ruang yang tenang dan terkoneksi dengan alam. Konsep tersebut diwujudkan melalui penerapan metode Cinema Therapy dan Film-Making Therapy ke dalam organisasi ruang yang mengikuti tahapan produksi film, mulai dari pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi. Melalui strategi perancangan yang responsif terhadap perilaku pengguna, fasilitas ini diharapkan mampu mendukung proses pemulihan psikososial dan reintegrasi sosial remaja sebagai upaya mengurangi siklus kenakalan remaja di Kota Ambon.
Similar collections by subject
Close
Download QR code