Analisa strategi pricing berdasarkan manajemen risiko per segmentasi customer

Proyek ini membahas mengenai strategi penetapan harga di perusahaan PT Empowering Ownership (EVO), perusahaan pembiayaan kendaraan roda empat terbesar di Indonesia. Dalam industri pembiayaan yang sangat kompetitif, EVO menghadapi tantangan untuk tetap dapat kompetitif meskipun memiliki struktur Cost of Fund (CoF) yang lebih tinggi dibanding kompetitornya yang berbasis bank. Selama ini EVO menggunakan metode single pricing dan blended risk secara nasional sebagai cara penetapan harga jual ke konsumen, namun pada kenyataannya profil risiko yang terjadi sangat bervariasi. Untuk itu maka dilakukan studi mendalam bagaimana EVO bisa menetapkan strategi pricing berdasarkan segmentasi risiko. Melalui analisis data historis tahun 2024-2025, proyek ini menemukan bahwa risiko merupakan variabel yang paling dominan dalam menentukan berapa pricing yang harus dijual untuk mendapatkan keuntungan. Data menunjukkan bahwa 3 merek yang dibiayai EVO memiliki risiko yang bervariasi, dimana Merah paling rendah, Biru menengah, dan Abu sangat fluktuatif. Perbedaan profil risiko ini berdampak langsung terhadap Risk-Adjusted Cotribution Value (RACV) atau margin kotor, dimana hanya merek Merah yang menunjukkan angka positif, sementara Biru dan Abu sering berada di posisi negatif. Jika dilihat lebih detail lagi, profil risiko yang berbeda juga terjadi di antar 9 wilayah kerja EVO. Kondisi ini mengindikasikan bahwa metode single pricing dan blended risk secara nasional sudah tidak relevan dan berpotensi menghasilkan hidden loss yang pada akhirnya akan menurunkan profitabilitas perusahaan. Manajemen menetapkan bahwa tujuan utama perusahaan adalah menghasilkan RACV sebesar 2% secara bertahap. Hasil analisa menunjukkan seluruh merek dalam kondisi underpricing terhadap target, sehingga EVO perlu melakukan penyesuaian standar pricing dengan lebih spesifik per merek per wilayah. Untuk itu proyek ini menyusun matriks pricing baru yang disusun berdasarkan dua kondisi, yaitu target RACV 1% untuk merek dan wilayah yang aktual RACV nya masih berada <1% dan target RACV 2% untuk merek dan wilayah yang aktual RACV nya sudah > 1%. Pendekatan mix pricing ini demi menghasilkan struktur pricing yang tetap berbasis risiko namun tetap mempertimbangkan kompetisi di setiap merek dan wilayah.

ARIANDANA WANTHO; FELIX WIJAYA Saarce Elsye Hatane (Advisor 1); Josua Tarigan (Examination Committee 1) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Graduate Thesis Tugas Akhir Tugas Akhir No. 03020526/MM/2026; Ariandana Wantho (D21250017), Felix Wijaya (D21250015) PRICING--MATHEMATICAL MODELS; FINANCIAL RISK MANAGEMENT

Files