Analisa faktor-faktor risiko keterlambatan terhadap pelaksanaan proyek konstruksi gedung bertingkat tinggi (studi kasus: proyek X)
Keterlambatan proyek konstruksi merupakan permasalahan klasik yang sering terjadi dan berdampak sistemik pada aspek biaya, waktu, dan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi faktor-faktor risiko penyebab keterlambatan pada tahap finishing Proyek X, sebuah gedung kantor bertingkat tinggi di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, wawancara mendalam dengan pihak-pihak terkait, dan analisis data menggunakan metode Risk Breakdown Structure (RBS) dan Risk Matrix.Hasil penelitian mengidentifikasi 27 faktor risiko yang dikelompokkan ke dalam tujuh kategori utama. Berdasarkan analisis Risk Matrix, ditemukan sembilan faktor berisiko tinggi (high risk) yang paling dominan, yaitu: jumlah dan ketidakhadiran tenaga kerja, cuaca ekstrem, ketersediaan material, perubahan desain selama konstruksi, ukuran area dan jumlah lantai gedung, keterlambatan pembayaran dari owner, serta ketersediaan peralatan. Strategi mitigasi yang dirumuskan untuk menangani risiko-risiko tersebut mencakup lima pendekatan: menghindari, mengalihkan, mengurangi, mengeskalasi, dan menerima. Rekomendasi utama meliputi perencanaan tenaga kerja yang proaktif, finalisasi desain sebelum konstruksi, pemantauan real-time ketersediaan material, negosiasi termin pembayaran, dan penyediaan dana cadangan.