Meningkatnya budaya konsumsi kopi dan integrasi teknologi yang pesat telah mentransformasi gaya hidup mahasiswa, menjadikan kafe tidak hanya sekadar tempat bersosialisasi tetapi juga alternatif ruang belajar yang vital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi preferensi gaya hidup mahasiswa digital natives di Surabaya dalam memilih kafe sebagai ruang belajar melalui pendekatan Activities, Interests, dan Opinions (AIO). Penelitian kualitatif ini menerapkan metode netnografi pada tujuh mahasiswa digital natives yang memenuhi kriteria informan, dimana pengumpulan data diawali dengan observasi narasi publik pada kolom komentar TikTok yang menjadi acuan pembentukan pertanyaan wawancara mendalam. Penelitian ini mengungkapkan preferensi mahasiswa digital natives dalam memanfaatkan kafe sebagai alternatif ruang belajar dibentuk oleh gaya hidup digital natives, kebutuhan personal space, distraksi, dan motivation of achievement.