Fasilitas peristirahatan dan pelayanan di tol Probolinggo-Banyuwangi
Perkembangan infrastruktur di Indonesia mendorong pentingnya keberadaan jalan tol sebagai sarana utama dalam mendukung mobilitas masyarakat di seluruh wilayah. Jalan tol merupakan penghubung antar kota, provinsi, dan kabupaten, serta menjadi salah satu moda transportasi yang banyak digunakan. Proyek Tol Trans-Jawa memberikan kontribusi besar dalam memperlancar pergerakan masyarakat di Pulau Jawa dan masih terus dikembangkan hingga saat ini. Ruas Tol Probolinggo-Banyuwangi menjadi bagian akhir dari jalur Tol Trans-Jawa dan dilengkapi dengan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) yang terletak di STA 33+650, Krajan, Desa Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Lokasi TIP yang berada di kawasan perbukitan menghadirkan daya tarik tersendiri dengan pemandangan alam yang indah. TIP ini sangat membantu pengguna jalan, namun sering kali menimbulkan kemacetan dan potensi bahaya baru. Sistem sirkulasi diperlukan untuk mengatur pergerakan kendaraan dan pejalan kaki secara efisien demi meningkatkan kenyamanan dan keamanan. Desain fasilitas menekankan pola sirkulasi yang nyaman melalui penataan ruang yang terencana, pencahayaan optimal, kemudahan akses ke dalam bangunan, alur pergerakan pengguna yang jelas, serta fasilitas makan dan minum yang memadai. Iklim setempat juga menjadi pertimbangan penting untuk menciptakan kenyamanan. Identitas daerah dapat diperkuat melalui pengadopsian bentuk arsitektur rumah adat setempat sebagai bagian dari desain TIP. Penyatuan aspek budaya lokal ke dalam desain menjadikan TIP tidak hanya sebagai tempat istirahat, tetapi juga sebagai representasi karakter dan identitas suatu daerah.