Login
Login
Spasial intergenerasi: keseharian kampung sebagai basis perancangan arsitektur
Tesis ini membahas keseharian kampung kota sebagai basis perancangan arsitektur kolektif intergenerasional. Kampung dipahami bukan sebagai bentuk fisik yang direplikasi, melainkan sebagai sumber pengetahuan spasial yang terbentuk melalui aktivitas harian, domestisitas, fleksibilitas, negosiasi ruang, apropriasi, dan relasi antar generasi. Melalui kajian teori, studi preseden, dan observasi lapangan pada kampung kota di Surabaya, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia menggunakan ruang secara berbeda namun tetap saling terhubung melalui aktivitas bermain, berkumpul, berdagang, memasak, mengamati, merawat, dan berinteraksi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa intergenerasi tidak hanya terjadi karena keberadaan berbagai kelompok usia dalam satu ruang, tetapi melalui pertukaran peran sebagai pelaku, pengamat, pendukung, mentor, maupun penerima manfaat. Prinsip ini kemudian diterjemahkan ke dalam rancangan Balai Intergenerasi Multi-Lapis sebagai ruang komunal vertikal yang adaptif. Desain dikembangkan melalui modul fleksibel, void sebagai pengikat visual dan sosial, gradien ruang semi-open, indoor, dan outdoor, serta sirkulasi sosial yang memungkinkan aktivitas kolektif berlangsung secara temporal. Dengan demikian, tesis ini menawarkan pendekatan desain yang menempatkan arsitektur sebagai kerangka terbuka bagi kehidupan bersama yang terus dinegosiasikan oleh penggunanya.
Program Studi Magister Arsitektur
Universitas Kristen Petra
2026
Indonesian
S2
Tesis/Theses
Tesis No. 00000086/MARS/2026; Dionisius Anggarda Hanjaya Prabowo (B22250016)
Similar collections by subject
Close
Download QR code