Inovasi sistem double skin facade berbasis media air dengan prinsip indirect evaporative cooling di Surabaya
Peningkatan penggunaan fasad kaca pada bangunan perkantoran di wilayah beriklim tropis lembap menyebabkan tingginya perolehan panas yang berdampak pada peningkatan beban pendinginan dan konsumsi energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengadaptasi BioSKin Facade, yaitu double skin facade berbasis media air dengan prinsip indirect evaporative cooling, pada bangunan perkantoran di Surabaya untuk meningkatkan kinerja termal selubung bangunan dan kontribusi pada penurunan suhu lingkungan. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, studi preseden, analisis iklim, simulasi menggunakan Autodesk CFD, serta perhitungan OTTV berdasarkan SNI 03-6389-2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas BioSKin Facade dipengaruhi oleh orientasi bangunan, ketinggian bangunan, dan pemberian bukaan pada bangunan. Orientasi timur–barat, peningkatan kecepatan angin pada elevasi yang lebih tinggi, serta bukaan pada area cavity mampu meningkatkan proses pendinginan evaporatif. Penerapan BioSkin Facade juga terbukti menurunkan temperatur permukaan fasad dan nilai OTTV hingga memenuhi batas maksimum konservasi energi sesuai standar SNI. Dengan demikian, BioSkin Facade berpotensi menjadi strategi fasad pasif yang efektif untuk meningkatkan kenyamanan termal dan efisiensi energi pada bangunan perkantoran di iklim tropis lembap.