Fasad kohabitasi pada aviary vertikal yang mendukung keanekaragaman hayati pada perkotaan
Degradasi biodiversitas akibat urbanisasi telah menyebabkan fragmentasi habitat, penurunan ruang terbuka hijau, serta melemahnya konektivitas ekologis di kawasan perkotaan, termasuk Surabaya. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan arsitektur yang tidak hanya berorientasi pada manusia, tetapi juga mampu mendukung kehidupan spesies lain. Melalui penelitian ini, dikembangkan Cohabitation Facade pada bangunan Vertical Aviary sebagai strategi pemulihan biodiversitas perkotaan melalui integrasi habitat multispesies pada fasad bangunan vertikal. Metode yang digunakan meliputi kajian teori biodiversity dan Multispecies Architecture, analisis studi preseden menggunakan delapan parameter ekologis, kajian lapangan mengenai karakteristik spesies burung, vegetasi, mikroklimat dan kondisi tapak, serta penerapan metode desain berbasis parameter dalam proses perancangan arsitektur. Penelitian menghasilkan sebuah rancangan Vertical Aviary dengan sistem fasad kohabitasi yang mengintegrasikan modul habitat, vegetasi, koridor ekologis vertikal, serta zonasi spesies berdasarkan kebutuhan habitat dan kondisinya. Penerapan delapan parameter desain menunjukkan bahwa fasad tidak lagi berfungsi sebagai elemen pasif bangunan, melainkan sebagai habitat hidup yang meningkatkan konektivitas ekologis, menyediakan ruang bagi burung, serangga penyerbuk dan vegetasi, sekaligus menjadi media edukasi masyarakat mengenai konservasi biodiversitas. Kontribusi penelitian menawarkan model rancangan yang memadukan fungsi ekologis, sosial, dan arsitektur sebagai alternatif pengembangan kota berkelanjutan yang mendukung ko eksistensi manusia dan spesies non manusia.