Login
Login
Fasilitas wisata pengolahan cengkeh di Ternate
Fasilitas edukasi dan wisata pengolahan cengkeh di Ternate dirancang untuk menyelesaikan permasalahan rendahnya kualitas pengolahan pascapanen tradisional serta belum terintegrasinya potensi sejarah cengkeh dengan kegiatan wisata secara optimal. Ruang lingkup proyek ini difokuskan pada perancangan area produksi, galeri, komersial, dan akomodasi yang merespons kondisi tapak berkontur terjal di kawasan lereng Gunung Gamalama. Metode perancangan menggunakan pendekatan arsitektur neo vernakular dengan gagasan berpikir kritikal regionalisme, yaitu metode yang mengintegrasikan kearifan budaya dan arsitektur lokal Maluku Utara dengan teknologi standar pengolahan modern. Proses pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi lapangan, studi preseden fasilitas agrowisata, serta tinjauan literatur mengenai standar teknis bangunan dan produksi pangan. Hasil perancangan mewujudkan sebuah kompleks bangunan multi-massa yang menerapkan sistem zonasi berteras mengikuti topografi alami agar kerusakan lanskap dapat diminimalkan. Penataan tata ruang secara tegas memisahkan sirkulasi produksi dan publik, namun tetap menyuguhkan pengalaman edukatif melalui koridor pandang terangkat (elevated viewing corridor) untuk menjaga standar kebersihan operasional. Penggunaan material batu andesit lokal yang dipadukan dengan strategi penghawaan alami dan sistem utilitas mandiri turut diterapkan sebagai respons terhadap iklim tropis lembab. Melalui perancangan ini, tercipta wadah arsitektur kontekstual yang mampu memberdayakan ekonomi petani lokal sekaligus memperkuat identitas kota Ternate sebagai pusat warisan rempah dunia.
Program Studi Arsitektur
Universitas Kristen Petra
2026
Indonesian
S1
Laporan Perancangan Arsitektur No. 00024723/ARS/2026; Farrel Kresensio Liangcy (B12220031)
Similar collections by subject
Close
Download QR code