Fasilitas informasi wisata Kepulauan Derawan di Berau
Fasilitas Informasi Wisata atau Visitor Center Kepulauan Derawan dirancang sebagai gateway atau wadah pusat informasi awal serta titik transit untuk wisatawan sebelum menuju ke kawasan Kepulauan Derawan. Kawasan ini berada dalam wilayah Coral Triangle yang merupakan kawasan konservasi maritim dengan tingkat keanekaragaman hayati laut salah satu tertinggi di dunia yang dilindungi oleh pemerintah maupun komunitas internasional. Dengan kondisi ekologis yang sensitif, dibutuhkan pengelolaan pariwisata dan regulasi arus wisatawan yang ketat dan terstruktur untuk menjaga kelestarian warisan alam. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat informasi geografis, budaya, dan lingkungan. Selain itu, fasilitas ini juga berperan layaknya BMKG dalam pengelolaan sistem penyeberangan laut dengan menyediakan layanan informasi cuaca dan kondisi perairan. Selain itu, fasilitas ini turut memastikan keamanan perjalanan wisatawan melalui penyampaian informasi rute dan regulasi yang akurat. Selain fungsi edukatif dan regulatif, bangunan ini juga dirancang untuk mendukung ekonomi lokal melalui penyediaan ruang komersial terkurasi bagi UMKM dan penyedia jasa wisata, sehingga memperkuat hubungan timbal balik antara wisatawan, masyarakat pesisir, dan destinasi wisata. Untuk memperkuat kesan awal sekaligus menghadirkan citra kawasan yang khas, perancangan bangunan menerapkan pendekatan arsitektur naratif sebagai dasar pembentukan ruang dan alur pengalaman pengunjung. Pendekatan ini diwujudkan melalui strategi storytelling as metaphor dan storytelling through sequencing, yang memungkinkan ruang-ruang dalam bangunan menyampaikan simbol, makna, dan alur cerita terkait sejarah maritim, mitologi lokal, dan budaya masyarakat pesisir Berau. Penggunaan pendekatan narasi dipilih karena keterikatan emosional dan pemahaman pengunjung terhadap suatu tempat cenderung terbentuk lebih kuat melalui pengalaman cerita yang terstruktur.