Login
Login
Pengaruh rasio Ca(OH)₂:CaO dan urutan pencampuran terhadap reaktivitas awal mortar dan beton abu terbang bebas OPC
Penelitian ini mengkaji pengaruh rasio Ca(OH)₂:CaO dan urutan pencampuran terhadap kenaikan suhu, initial setting time, dan workability mortar serta beton berbasis abu terbang tanpa OPC. Lima variasi rasio Ca(OH)₂:CaO (100:0, 75:25, 50:50, 25:75, 0:100) diuji dengan dua metode pencampuran: MS-1 (seluruh material kering dicampur sebelum air + superplasticizer) dan MS-2 (CaO ditambahkan paling akhir). Hasil menunjukkan mayoritas variasi menghasilkan kenaikan suhu 4–8°C tanpa pola konsisten. Pada MS-1, peningkatan CaO memperlambat initial setting time akibat keterbatasan ion Ca²⁺ awal. Pada MS-2, rasio Ca(OH)₂:CaO 25:75 menyebabkan lonjakan suhu 23.1°C dan flash set akibat tersedia banyaknya air bebas yang memicu reaksi pozzolanik intensif. Sebagian besar variasi campuran mortar mempertahankan flow diameter workable hingga menit ke-45, dengan penurunan signifikan di antara menit ke-45 dan 90. Untuk beton, rasio 75:25 dengan dosis sp/b 1.5% menghasilkan slump 18.5 cm pada menit ke-75, namun menurun drastis sesudahnya dan dapat menghasilkan fc’ 28 hari lebih dari 17 MPa. Urutan pencampuran terbukti lebih berpengaruh dibandingkan variasi rasio Ca(OH)₂:CaO.
Program Studi Teknik Sipil
Universitas Kristen Petra
2026
Indonesian
S1
Skripsi No. 00012866/SIP/2026; Natanael Hendrico Setiawan (B11220001)
Similar collections by theme
Similar collections by subject
Close
Download QR code