Implementasi keamanan infrastruktur jaringan dan manajemen identitas terpusat menggunakan skema AGDLP pada pengembang sistem ERP
Perkembangan teknologi informasi meningkatkan risiko keamanan siber, khususnya bagi perusahaan pengembang ERP seperti PT. XYZ. Permasalahan utama terletak pada lemahnya prosedur keamanan informasi yang belum standar dan terdokumentasi, sehingga memicu kebocoran data dan akses tidak terkontrol, baik internal maupun eksternal. Organisasi yang masih mengandalkan sistem keamanan yang bersifat ad-hoc akan memberikan peluang terhadap serangan seperti akses yang tidak sah, sabotase, dan keamanan data. Penelitian ini bertujuan merancang sistem keamanan informasi berbasis manajemen hak dan keamanan jaringan. Implementasi dilakukan melalui pengarsipan file terpusat, kontrol akses menggunakan Microsoft Active Directory, serta pengamanan jaringan melalui segmentasi dan tunneling WireGuard VPN. Hasil perancangan mencakup sistem keamanan informasi yang terstruktur. Pengujian menunjukkan sistem mampu membatasi dan mencegah akses tidak sah serta meningkatkan kontrol terhadap distribusi informasi. Dengan demikian, rancangan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat keamanan informasi dan mengurangi risiko keamanan siber di PT. XYZ. Perkembangan teknologi informasi meningkatkan risiko keamanan siber, khususnya bagi perusahaan pengembang ERP seperti PT. XYZ. Permasalahan utama terletak pada lemahnya prosedur keamanan informasi yang belum standar dan terdokumentasi, sehingga memicu kebocoran data dan akses tidak terkontrol, baik internal maupun eksternal. Organisasi yang masih mengandalkan sistem keamanan yang bersifat ad-hoc akan memberikan peluang terhadap serangan seperti akses yang tidak sah, sabotase, dan keamanan data. Penelitian ini bertujuan merancang sistem keamanan informasi berbasis manajemen hak dan keamanan jaringan. Implementasi dilakukan melalui pengarsipan file terpusat, kontrol akses menggunakan Microsoft Active Directory, serta pengamanan jaringan melalui segmentasi dan tunneling WireGuard VPN. Hasil perancangan mencakup sistem keamanan informasi yang terstruktur. Pengujian menunjukkan sistem mampu membatasi dan mencegah akses tidak sah serta meningkatkan kontrol terhadap distribusi informasi. Dengan demikian, rancangan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat keamanan informasi dan mengurangi risiko keamanan siber di PT. XYZ.