Login
Login
Analisis alternatif keputusan pengadaan ekskavator menurut kontraktor kelas menengah di Surabaya
Keputusan pengadaan ekskavator merupakan keputusan strategis bagi kontraktor kelas menengah karena berpengaruh langsung terhadap efisiensi biaya, kelancaran pelaksanaan proyek, dan kinerja perusahaan. Kontraktor kelas menengah di Surabaya umumnya dihadapkan pada tiga alternatif pengadaan ekskavator, yaitu membeli baru, membeli bekas, dan menyewa, yang masing-masing memiliki kelebihan dan keterbatasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kriteria dan subkriteria yang memengaruhi keputusan pengadaan ekskavator serta menentukan alternatif pengadaan yang paling diprioritaskan oleh kontraktor kelas menengah di Surabaya. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot kepentingan kriteria, subkriteria, dan alternatif pengadaan berdasarkan penilaian responden. Responden penelitian terdiri dari kontraktor umum kelas menengah yang berpengalaman menggunakan ekskavator pada proyek konstruksi bangunan gedung, sipil, jalan, dan jembatan di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya proyek merupakan kriteria dengan bobot tertinggi, diikuti oleh efisiensi tim pemeliharaan, sisa umur peralatan, dan dukungan vendor. Pada kriteria total biaya proyek, subkriteria biaya pengadaan dan biaya keterlambatan menjadi pertimbangan utama, sedangkan pada kriteria sisa umur peralatan, frekuensi kerusakan menjadi subkriteria yang paling diperhatikan. Berdasarkan pembobotan alternatif, sistem sewa merupakan alternatif pengadaan ekskavator yang paling diprioritaskan, diikuti oleh membeli baru dan membeli bekas.
Program Studi Teknik Sipil
Universitas Kristen Petra
2026
Indonesian
S1
Skripsi No. 00012854/SIP/2026; Andreas Fernanda Loru Koba (B11220014)
Similar collections by subject
Close
Download QR code