Pengaruh safety training terhadap safety behavior pekerja konstruksi dengan mediasi safety motivation dan safety knowledge
Meskipun Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif, tren kecelakaan kerja justru terus meningkat secara signifikan. Bahkan, peningkatan aktivitas ekonomi berkorelasi dengan risiko kecelakaan kerja yang mencapai dua kali lipat, di mana sektor konstruksi menjadi salah satu sektor dengan tingkat kecelakaan kerja tertinggi. Faktor utama kecelakaan adalah perilaku manusia (Unsafe Actions), sehingga peningkatan safety behavior sangat krusial. Safety behavior Safety behavior didorong oleh safety knowledges dan safety motivation, yang dapat ditingkatkan melalui safety training. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat safety training, safety motivation, safety knowledge, dan safety behavior dan menganalisis pengaruh safety training terhadap safety behavior dengan memediasi safety knowledge dan safety motivation. Data diambil dengan melakukan kuesioner dari 100 responden yang berasal dari 3 proyek konstruksi di Surabaya. Kemudian data dianalisis dengan bantuan software SmartPLS dengan menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM) untuk menganalisis hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa safety training berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap safety motivation dan safety knowledge. Namun safety motivation hanya berpengaruh signifikan terhadap safety compliance saja, sedangkan safety knowledge hanya berpengaruh terhadap safety participation saja. Selain itu, juga ditemukan safety training berpengaruh terhadap safety compliance secara tidak langsung. Safety training juga berpengaruh terhadap safety participation baik secara langsung maupun tidak.