Karakteristik pembakaran briket dari limbah sabut kelapa (coconut coir waste) dengan pengikat limbah buah pepaya dan buah nanas
ABSTRAK Stevanus Yuke De Cozza : Skrpsi KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BRIKET DARI LIMBAH SABUT KELAPA ( COCONUT COIR WASTE) DENGAN PENGIKAT LIMBAH BUAH PEPAYA DAN BUAH NANAS Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pembakaran briket yang dibuat dari limbah sabut kelapa dengan penambahan bahan perekat alami berupa pepaya dan nanas. Pengujian dilakukan melalui analisis proksimat, analisis ultimat, nilai kalor, dan uji pembakaran. Sampel terdiri dari limbah sabut kelapa murni (100%) serta campuran limbah sabut kelapa 95% dengan 5% perekat pepaya dan nanas. Hasil analisis menunjukkan bahwa briket limbah sabut kelapa murni (100%) memiliki nilai kalor tertinggi sebesar 4741 Kkal/kg, dengan kadar karbon sebesar 48,66%, yang menunjukkan potensi energi terbesar. Penambahan perekat menurunkan kadar karbon namun meningkatkan kandungan hidrogen dan oksigen yang berkontribusi terhadap kestabilan nyala. Uji pembakaran memperlihatkan bahwa briket dengan tekanan pemadatan 2 MPa memiliki temperatur dan durasi pembakaran lebih tinggi, meskipun memerlukan waktu penyalaan yang lebih lama dibandingkan dengan tekanan 1 MPa. Dengan demikian, briket sabut kelapa murni lebih unggul dari segi nilai kalor, sementara penambahan perekat dan peningkatan tekanan pemadatan dapat meningkatkan karakteristik pembakaran. Kata kunci : briket, limbah sabut kelapa, karakteristik pembakaran, perekat alami, biomassa, nilai kalor