Login
Login
Pengaruh campuran minyak kelapa dengan bahan bakar solar terhadap performa mesin diesel
Penggunaan biodiesel sebagai energi alternatif terus dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus menekan emisi lingkungan. Minyak kelapa (Cocos nucifera L.) merupakan bahan baku potensial karena ketersediaannya yang melimpah di Indonesia serta kandungan asam lemak jenuhnya yang tinggi, sehingga mampu menghasilkan metil ester dengan stabilitas oksidatif yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik biodiesel minyak kelapa B40 dan pengaruhnya terhadap performa mesin diesel. Biodiesel diproduksi melalui proses transesterifikasi dan diuji berdasarkan standar ASTM untuk menentukan densitas, viskositas kinematik, indeks setana terhitung, titik tuang, titik nyala, kadar air, kandungan sulfur, dan warna. Pengujian performa dilakukan pada mesin diesel Isuzu 4JA1-OHV direct injection menggunakan water brake dynamometer untuk memperoleh torsi, daya, Brake Mean Effective Pressure (BMEP), Specific Fuel Consumption (SFC), dan efisiensi termal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun beberapa parameter B40 masih berada dalam rentang standar biodiesel, performanya, khususnya torsi, daya, efisiensi termal, dan SFC lebih rendah dibandingkan solar murni (B0). Dengan demikian, biodiesel B40 dari minyak kelapa memiliki potensi sebagai bahan bakar alternatif, namun peningkatan kualitas produksi dan penggunaan aditif masih diperlukan agar kinerjanya dapat bersaing dengan solar konvensional. Kata kunci: biodiesel; minyak kelapa; B40; karakteristik bahan bakar; performa; bahan bakar alternatif
Program Otomotif
Universitas Kristen Petra
2025
Indonesian
S1
Skripsi No. 04011590/MES/2025; Kenneth Dominic Wijaya (C12210008)
Similar collections by subject
Close
Download QR code