Login
Login
Perancangan komik digital bagaimana Fear of Missing Out (FoMO) mempengaruhi kesehatan mental gen z
Fenomena Fear of Missing Out (FoMO) semakin dominan di kalangan Generasi Z, yang hidup dalam jejaring media sosial yang serba cepat dan penuh tekanan untuk selalu hadir, relevan, dan diakui. FoMO berkaitan erat dengan kecemasan sosial, kelelahan digital, dan krisis identitas. Penelitian kualitatif ini dilakukan oleh psikolog dari Program Konseling dan Psikologi Perkembangan (PKPP) Universitas Kristen Petra untuk mengeksplorasi pendekatan naratif-visual sebagai sarana edukatif alternatif dalam merespons isu tersebut. Hasilnya adalah perancangan komik digital berjudul “Komik yang Gak Trending (dan Gak Apa-apa)”—sebuah seri Instagram yang mengangkat isu kesehatan mental, pencarian jati diri, dan tekanan sosial dengan pendekatan humor satir dan visual yang sengaja dibuat tidak konsisten. Format 1:1, warna flat, serta perpaduan sketsa tradisional dan digital digunakan untuk mencerminkan distorsi psikologis karakter utama sebagai bentuk visualisasi internalisasi FoMO. Gaya penceritaan yang ringkas, emosional, dan tidak menggurui disesuaikan dengan pola konsumsi media Gen Z. Interaksi melalui komentar dan fitur cerita bersambung membuka ruang komunitas yang reflektif dan suportif. Komik ini tidak hanya menjadi ekspresi kreatif, tetapi juga sarana psikopendidikan informal untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya self-acceptance, batasan digital, dan kesehatan mental. Melalui estetika yang “gak rapi” dan narasi yang “gak selalu punya solusi,” komik ini justru menjadi ruang aman bagi pembaca muda untuk merasa cukup meski tidak selalu tampil sempurna.
Program Studi Desain Komunikasi Visual
Universitas Kristen Petra
2025
Indonesian
S1
Komik No. 00024318/DKV/2025; Reinhard Mattheus Sutanto (E12210190)
Similar collections by subject
Close
Download QR code