Perancangan fashion brand dengan tema nostalgia masa kecil untuk dewasa muda
Industri fashion di Indonesia telah berkembang pesat dengan munculnya berbagai brand lokal yang mengusung identitas unik. Dalam persaingan tersebut, dibutuhkan strategi perancangan brand yang tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki kedalaman makna. Salah satu pendekatan potensial adalah mengangkat tema yang relevan secara emosional bagi target pasar. Perancangan ini mengusulkan fashion brand bertema nostalgia masa kecil untuk dewasa muda. Masa kanak-kanak menyimpan memori emosional yang kuat, sehingga dapat membentuk koneksi personal antara pengguna dan produk melalui desain yang membangkitkan kenangan positif. Metode perancangan mengacu pada pendekatan Emotional Design oleh Don Norman, yang terdiri atas tiga tingkatan: Visceral, Behavioural, dan Reflective. Desain dirancang agar menarik secara visual, nyaman digunakan, dan bermakna bagi pemakainya. Proses ini didukung oleh studi literatur, kuesioner dan wawancara singkat, serta observasi tren fashion untuk memahami preferensi pasar. Hasil dari perancangan ini adalah brand MIJJI, yang menghadirkan koleksi ready-to-wear deluxe dengan warna cerah dan motif playful khas masa kecil. Koleksi ini menawarkan medium ekspresi diri yang unik dan menghadirkan pengalaman berpakaian yang menyenangkan serta penuh makna.