Fenomena meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan wisata berbasis wellness mendorong kebutuhan akan ruang relaksasi yang tidak hanya estetis, tetapi juga mampu memberikan pengalaman yang mendalam secara emosional dan kultural. Di tengah pesatnya perkembangan fasilitas kesehatan dan komersial di kawasan Denpasar, dibutuhkan sebuah pendekatan desain interior yang tidak hanya memenuhi fungsi dasar ruang, namun juga menghadirkan keterikatan makna melalui hubungan yang harmonis antara manusia, budaya, dan alam sekitar. Ruang wellness yang ada saat ini umumnya masih berfokus pada aspek visual atau fasilitas, tanpa mempertimbangkan pengalaman spasial yang lebih dalam dan kontekstual. Oleh karena itu, pendekatan sense of place digunakan dalam proyek ini untuk menciptakan interior yang menyatu dengan lingkungan tropis Bali, dengan mengintegrasikan material lokal, pencahayaan alami, serta sistem tata ruang yang mendukung kenyamanan dan aksesibilitas bagi seluruh pengguna. Dengan metode design thinking, proses perancangan ini merespons kebutuhan aktual ruang yang bersifat terbuka, inklusif, dan mendukung interaksi lintas budaya. Hasil rancangan diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan ruang wellness berbasis alam dan budaya yang tidak hanya relevan secara estetis, tetapi juga secara fungsional dan emosional di tengah tren wellness tourism yang terus berkembang.