Remaja awal merupakan masa yang rentan mengalami masalah kesehatan mental karena terjadi proses transisi secara fisik dan psikis. Gangguan Kecemasan Sosial merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang paling banyak dialami oleh remaja awal. Kurangnya pemahaman terhadap gangguan kecemasan sosial menyebabkan remaja tidak memiliki kesadaran terhadap kondisi ini. Apabila gangguan ini tidak segera ditangani dapat berdampak serius pada kehidupan seorang remaja. Menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif. Instrumen pengumpulan data menggunakan Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara, serta studi literatur yang dikumpulkan berupa teori dan data pendukung. perancangan dikemas dalam film pendek berdurasi 7 menit. Hasil perancangan ini adalah mendorong kesadaran remaja usia 13-17 tahun tentang gangguan kecemasan sosial, mengajak remaja untuk mengenal gejala gangguan kecemasan sosial dan gambaran bentuk penanggulangan serta dukungan yang dapat diberikan apabila mengalami kondisi gangguan kecemasan sosial.