Kekayaan budaya yang ada di Indonesia merupakan sebuah aset bangsa yang menggambarkan jati diri Indonesia sebagai negara yang beragam. Sebagai daerah paling ujung Indonesia, banyak keberagaman dan kebudayaan di daerah Merauke yang belum dikenal dunia luar. Melalui implementasi cerita rakyat dalam desain interior sebuah hotel yang cukup terekspos di Merauke, dapat menjadi salah satu cara untuk mengambil bagian dalam menampilkan kebudayaan. Selain itu, implementasi ini juga dapat menjadi sarana peningkatan nilai estetika maupun keunikan hotel. Cerita rakyat yang diimplementasikan adalah “Alamem dan Sobla”, cerita rakyat suku Malind yang menceritakan tentang kisah persahabatan dua orang pecinta alam. Melalui pengumpulan data literatur, hasil observasi dan analisa data yang dilakukan, cerita rakyat “Alamem dan Sobla” dapat divisualisasikan dalam desain interior hotel. Dengan menggunakan pendekatan desain naratif yang berfokus pada makna dan pengalaman pengguna, alur cerita diaplikasikan dalam sirkulasi pergerakan di dalam hotel. Selain itu, pemilihan bentuk, warna, motif, dan simbol juga disesuaikan dengan orientasi tempat, jalan cerita, maupun karakter tokoh dalam cerita. Dengan demikian, desain interior hotel dapat menjadi sarana untuk memvisualisasikan konsep implementasi cerita rakyat dan budaya Merauke.