Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kapasari di Surabaya merupakan salah satu rumah ibadah yang juga berfungsi sebagai kantor administrasi dan rumah tinggal pendeta, sehingga memiliki keragaman fungsi ruang dan pengguna. Namun, kondisi eksisting gereja yang terletak di dekat jalur kereta api dan jalan utama menyebabkan gangguan kebisingan dan polusi udara. Selain itu, desain interior yang masih kuno, tata ruang yang kurang fleksibel, serta kurangnya unsur hijau menjadikan suasana ruang terasa monoton dan kurang mendukung kenyamanan beribadah maupun bekerja bagi jemaat dan staf lintas generasi. Oleh karena itu, diperlukan redesain interior yang menerapkan pendekatan biophilic design untuk meningkatkan koneksi dengan alam, menghadirkan suasana yang sehat, asri, dan menenangkan. Integrasi elemen akustik juga diperlukan untuk mereduksi kebisingan, menciptakan ruang ibadah dan ruang pendukung yang nyaman, adaptif, serta mendukung produktivitas jemaat dan staf. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan gereja yang harmonis, relevan dengan kebutuhan masa kini, serta tetap menjaga nilai spiritual dan kebersamaan antar pengguna.