Faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek konstruksi gedung tinggi
Industri konstruksi di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat, namun belum diimbangi dengan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Hal ini tercermin dari masih tingginya angka kecelakaan kerja akibat kurangnya penerapan prosedur keselamatan serta penggunaan alat pelindung diri. Penelitian ini mengangkat permasalahan mengenai faktor-faktor apa saja yang memengaruhi penerapan K3 serta bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi penerapan K3 pada proyek konstruksi bangunan tinggi di Kota Surabaya, serta merumuskan strategi peningkatannya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 60 responden dari lima proyek berbeda, dan dianalisis secara deskriptif serta melalui uji mean, standar deviasi, dan one sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor eksternal seperti kejelasan tujuan program K3, komunikasi yang efektif, komitmen manajemen, dan evaluasi program, serta faktor internal seperti kepatuhan terhadap prosedur, perilaku saling membantu, dan partisipasi dalam pertemuan keselamatan, berpengaruh signifikan terhadap penerapan K3. Seluruh variabel yang diuji terbukti valid dan signifikan secara statistik (Sig. < 0,01). Strategi peningkatan penerapan K3 dapat dimulai melalui penetapan tujuan program yang jelas dan pembentukan budaya saling peduli antarpekerja sebagai dasar dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan pada proyek konstruksi.