Media sosial mendorong niat BNPL melalui motivasi hedonik dan perilaku pembelian impulsif
Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam mempengaruhi niat untuk menggunakan layanan Beli-Bayar-Sekarang (BNPL), yang dimediasi oleh motivasi hedonis dan perilaku pembelian impulsif. Media sosial berfungsi sebagai pemicu utama motivasi hedonis dan pembelian impulsif pada individu, yang pada akhirnya meningkatkan adopsi mereka terhadap BNPL. Penelitian ini sangat penting mengingat pesatnya pertumbuhan layanan BNPL di Indonesia dan potensi risikonya terhadap kesejahteraan finansial, terutama di kalangan mahasiswa yang cenderung mengadopsi inovasi teknologi keuangan. Desain/Metodologi/Pendekatan Data dikumpulkan melalui survei online terhadap 430 mahasiswa berusia 18-24 tahun dari universitas-universitas terakreditasi A di Jawa dan Bali-wilayah dengan kontribusi pengguna internet tertinggi di Indonesia. Responden berasal dari universitas di Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Bali. Analisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modelling (PLS-SEM). Temuan atau Hasil yang Diharapkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui motivasi hedonis, intensitas media sosial yang lebih tinggi meningkatkan niat BNPL. Media sosial meningkatkan pengetahuan tentang pemasaran BNPL, merangsang dorongan hedonis untuk menggunakan layanan tersebut. Selain itu, intensitas media sosial mempengaruhi niat BNPL melalui perilaku pembelian impulsif. Mereka yang secara teratur melihat penawaran diskon di media sosial dapat memicu respons emosional yang mendorong kecenderungan pembelian impulsif, sehingga mendorong lebih banyak niat untuk menggunakan BNPL. Studi ini menunjukkan betapa pentingnya keputusan keuangan anak muda bergantung pada aspek psikologis dan digital. Orisinalitas Penelitian ini memajukan model baru dengan memposisikan media sosial sebagai pendorong utama niat adopsi BNPL, yang dimediasi oleh faktor psikologis (motivasi hedonis dan pembelian impulsif). Penelitian tentang media sosial dan faktor pendorong psikologis dalam adopsi BNPL masih terbatas. Temuan ini memberikan bukti baru dengan mengintegrasikan Teori Perbedaan Berganda (MDT) dan Teori Terpadu Penerimaan dan Penggunaan Teknologi (UTAUT2) untuk menganalisis interaksi antara media sosial, motivasi hedonis, dan perilaku impulsif dalam adopsi BNPL. Penelitian ini memperkaya literatur dengan mengungkapkan peran media sosial sebagai pemicu utama penggunaan BNPL dan berfungsi sebagai karya perintis dalam konteks Indonesia yang belum banyak diteliti. Implikasi Praktis/Sosial Studi ini merekomendasikan: (1) program literasi keuangan yang ditargetkan pada BNPL untuk siswa, (2) peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang lebih ketat tentang praktik pemasaran BNPL di media sosial, dan (3) fitur perlindungan konsumen yang lebih baik di platform BNPL. Model yang diusulkan mengintegrasikan MDT dan UTAUT2 untuk menjelaskan mekanisme psikologis dan teknologi di balik adopsi BNPL.