Perbandingan kinerja struktur baja rangka momen khusus dan struktur rangka baja terbreis konsentris khusus tipe multistory x pada bangunan 16 lantai
Dalam mendesain suatu bangunan, beban gempa menjadi salah satu beban yang harus diperhitungkan. Di Indonesia, standar perencanaan bangunan tahan gempa diatur dalam SNI 1726:2019 SNI 1726:2019 juga mengatur sistem penahan beban lateral, beberapa diantaranya adalah sistem struktur rangka baja dengan breising dan sistem rangka momen khusus. Pada penelitian ini, akan ditinjau efisiensi kinerja berupa performa (displacement maksimum dan drift ratio maksimum), berat rata-rata, dan tingkat kerusakan sendi plastis pada kedua struktur tersebut pada bangunan 16 lantai menggunakan sistem tunggal. Bentuk breising Struktur RTKK adalah multistory X dimana digunakan 3 bentang breising pada portal eksterior bangunan. Performa dari masing-masing bangunan akan ditinjau menggunakan nonlinier analisis riwayat waktu. Hasil penelitian menunjukkan dari sisi keekonomisan RMK lebih unggul dari struktur RTKK dengan berat 152.469 kg/m2 dan RTKK seberat 285.945 kg/m2. Namun, dari segi peforma struktur RTKK lebih bagus dengan presentase nilai dirft ratio sebesar 41,295% dari struktur RMK dengan nilai 64,184% dari batas. Dari segi kerusakan, meskipun RTKK mencapai kerusakan tertinggi hingga tingkat D, tetapi jumlah total sendi plastis mengalami kerusakan lebih sedikit yaitu 38,821% dari struktur RMK yang mencapai 74,479%.