Hunian lansia aktif dan demensia di Prigen
Meningkatkannya populasi lansia di Indonesia pada masa mendatang, terutama bagi mereka yang mengalami demensia menuntut perancangan hunian lansia yang tidak hanya layak dan fungsional, namun dengan memperhatikan dan mendukung kebutuhan khusus mereka, yaitu kesejahteraan fisik, mental dan sosial. Hunian ini dirancang untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan mendukung lansia agar tetap aktif dan produktif, terutama bagi mereka penderita demensia. Pemilihan lahan di Bukit Doa Immanuel (BDI) didasarkan pada kesesuaian kriteria yang diinginkan dan juga dapat dikembangkan untuk mendukung pemulihan lansia demensia dan juga menjadi sarana terapi maupun pencegahan bagi lansia aktif. BDI sendiri memiliki lokasi yang jauh dari kepadatan perkotaan sehingga tercipta lingkungan yang tenang, asri, dan memiliki udara segar sehingga dapat mendukung pemulihan mental dan mengurangi tingkat stress. Perancangan ini memiliki konsep desain yang mengutamakan orientasi yang jelas, interaksi dengan alam, serta keamanan juga kenyamanan bagi para lansia. Pendekatan arsitektur perilaku diterapkan pada penyesuaian kebutuhan lansia dalam berinteraksi dengan ruang, sehingga tidak hanya menciptakan hunian yang nyaman namun juga membantu mereka dalam melakukan aktivitas sehari-hari dengan mandiri dan bermakna. Metodologi yang digunakan dalam perancangan ini adalah teknik pegumpulan data dari studi preseden yang berkaitan dengan hunian lansia, studi pustaka dan juga literatur teknik yang relevan, Analisis komparatif digunakan untuk mengevaluasi pendekatan desain yang telah ada dan diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan lansia aktif dan demensia.