Hubungan spiritualitas dengan kecerdasan emosional murid sekolah dasar
Spiritualitas dan kecerdasan emosional merupakan topik yang berakhir pada dua pandangan, saling berhubungan atau tidak berhubungan sama sekali. Kecerdasan emosional memampukan seseorang dalam memotivasi diri sendiri, tahan dalam mengalami keterpurukan, mengatur emosi, dan menguasai diri. Ditinjau dari aspek spiritualitas, orang dengan spiritualitas yang tinggi cenderung memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri, kesadaran diri dan mengelola emosi dengan baik, menghadapi rasa takut dan kesulitan, memiliki komitmen serta tujuan dan makna hidupnya (Samira, 2023). Dalam surat Galatia 5:22-23, tertulis bagian-bagian dari buah-buah Roh, sembilan bagian dari buah-buah roh ini adalah karunia-karunia Roh dari Allah yang telah dipercayakan kepada manusia sebagai citra Allah. Dengan Karunia dari Allah, manusia dimampukan menjadi garam dan terang dunia. Hal ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional sejak dulu sudah menjadi bagian dari kehidupan seorang pengikut Kristus sebagai ciptaan Allah yang menerima identitas diri yaitu citra Allah. Penelitian ini dimaksudkan oleh peneliti untuk mengetahui hubungan spiritualitas dengan kecerdasan emosional. Metode yang digunakan adalah uji korelasi sederhana (Pearson product moment). Hasil dari p value antara spiritualitas dan kecerdasan emosional adalah sebesar 0.003, hal ini berarti p > 0.05, dengan nilai pearson correlation sebesar 0.262. Dengan demikian, dapat diambil keputusan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara spiritualitas dengan kecerdasan emosional.