Fondasi bore pile banyak digunakan pada bangunan bertingkat karena mampu menyalurkan beban ke lapisan tanah keras dengan gangguan getaran yang minimal. Dalam pelaksanaannya, sering terjadi deviasi antara volume beton dan besi bore pile yang direncanakan dengan volume aktual di lapangan, yang berpotensi memengaruhi penggunaan material, biaya, dan waktu pelaksanaan proyek. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi yang sistematis terhadap deviasi volume tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan volume rencana dan realisasi pekerjaan bore pile pada Proyek X serta mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya deviasi volume. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus pada proyek pembangunan gedung empat lantai di Cakranegara, Lombok. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi berganda untuk mengkaji pengaruh mutu beton, deviasi kedalaman bore pile, proporsi lapisan tanah kohesif, dan nilai slump beton terhadap deviasi volume beton. Kelayakan model dievaluasi menggunakan uji F, uji t, koefisien determinasi, serta MAE dan RMSE. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab selisih volume pekerjaan bore pile pada proyek ini disebabkan oleh adanya perubahan desain dan kondisi tanah di lapangan. Penelitian diharapkan dapat menjadi dasar pengendalian pekerjaan bore pile pada proyek sejenis.