Memanfaatkan kapasitas kewirausahaan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi perempuan di Indonesia Timur: sinergi dukungan pemerintah dan keterampilan manajerial dengan pengetahuan keuangan sebagai variabel moderasi
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh Dukungan Pemerintah, Keterampilan Manajerial, dan Pengetahuan Keuangan terhadap Kapasitas Kewirausahaan perempuan. Secara spesifik, studi ini menguji peran Keterampilan Manajerial sebagai mediator dalam hubungan antara Dukungan Pemerintah dan Kapasitas Kewirausahaan, serta mengevaluasi peran Pengetahuan Keuangan sebagai variabel pemoderasi. Desain/Metodologi/Pendekatan: Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melakukan survei terhadap 200 pengusaha perempuan yang berdomisili di wilayah Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring (Populix) dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji pengaruh langsung, tidak langsung, serta efek moderasi antar variabel. Temuan: Hasil analisis menunjukkan bahwa Dukungan Pemerintah secara langsung tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap Kapasitas Kewirausahaan perempuan. Namun, Keterampilan Manajerial terbukti berperan sebagai mediator penuh; artinya, Dukungan Pemerintah baru berdampak positif jika mampu meningkatkan Keterampilan Manajerial. Di sisi lain, Pengetahuan Keuangan tidak terbukti memoderasi hubungan antara Dukungan Pemerintah dengan Keterampilan Manajerial, maupun pengaruh Keterampilan Manajerial terhadap Kapasitas Kewirausahaan. Orisinalitas/Nilai: Studi ini memberikan bukti empiris bahwa dukungan eksternal dari pemerintah tidak serta-merta meningkatkan kapasitas usaha tanpa adanya peningkatan kompetensi manajerial. Selain itu, temuan ini menyoroti bahwa dalam konteks ini, literasi keuangan belum berfungsi sebagai faktor penguat (moderator) yang signifikan. Implikasi Praktis/Sosial: Secara teoretis, penelitian ini mendukung Teori Pemberdayaan yang menekankan perlunya keseimbangan antara intervensi eksternal dan penguatan kapasitas internal. Bagi pembuat kebijakan, temuan ini menyarankan agar program bantuan tidak hanya berfokus pada modal atau akses pasar, melainkan lebih menitikberatkan pada pelatihan Keterampilan Manajerial sebagai investasi pengetahuan yang krusial. Arah Penelitian Masa Depan/Batasan: Keterbatasan penelitian ini terletak pada cakupan wilayah yang hanya meliputi Indonesia Timur. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas sampel ke wilayah Jawa dan Sumatera guna mendapatkan gambaran yang lebih representatif secara budaya dan geografis. Analisis multi kelompok juga direkomendasikan untuk melihat perbedaan hubungan antar variabel di berbagai wilayah.