Konsep inter-story isolation dikembangkan sebagai solusi atas keterbatasan sistem base isolation. Berbeda dengan base isolation yang menempatkan lapisan isolasi di dasar bangunan, inter-story isolation meletakkan lapisan isolasi pada ketinggian tertentu di dalam struktur. Perilaku kedua sistem isolasi ini dipengaruhi oleh rasio massa struktur, sebagaimana ditunjukkan dalam penelitian-penelitian terdahulu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja base isolation dan inter-story isolation pada struktur dengan variasi rasio massa melalui pemodelan dan analisis dinamik menggunakan perangkat lunak ETABS untuk memperoleh respons struktur yang lebih realistis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio massa berperan sebagai penentu awal kinerja sistem isolasi. Semakin besar rasio massa, efektivitas base isolation cenderung menurun. Efektivitas inter-story isolation meskipun tidak sepenuhnya linier terhadap rasio massa, tetapi memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan base isolation dalam mereduksi energi potensial dan respons struktur atas. Temuan ini mengindikasikan bahwa sistem inter-story isolation lebih konsisten untuk struktur dengan periode alami pendek maupun panjang.